Blog Ini Memberikan Infomasi Pariwisata Kabupaten Siak dan Memberikan Info-Info Yang Menarik Untuk Di Baca.

Sejarah Mesjid Syahbuddin (Mesjid sultan)



Masjid Raya Syahabuddin merupakan saksi sejarah hadirnya Kerajaan Melayu Islam di Siak Sri Indrapura, Propinsi Riau. Masjid ini didirikan pada tahun 1926 pada masa pemerintahan Sultan Assayyidis Syarif Kasim Abdul Jalil Saefudin, Raja Kerajaan Siak yang terakhir. Karena merupakan peninggalan bersejarah kerajaan, maka Masjid Raya Syahabuddin juga sering dikenal dengan sebutan Masjid Sultan Siak .

 Nama Syahabuddin berasal dari gabungan kata syah dan al-din. Kata syah berasal dari bahasa Persia yang berarti ‘penguasa‘, sedangkan kata al-din berasal dari bahasa Arab yang berarti ‘agama‘. Mungkin penamaan Masjid Syahabuddin dimaksudkan sebagai lambang bahwa sultan/raja bukan hanya penguasa negara, melainkan juga sekaligus seorang penguasa agama ( syahabuddin). 


Usia masjid peninggalan Kerajaan Siak ini sudah lebih dari setengah abad dan telah beberapa kali mengalami perbaikan (renovasi) dan penambahan bangunan baru di kanan dan di kiri masjid. Dahulu, masjid ini digunakan sebagai pusat kegiatan dakwah Islam yang didukung sepenuhnya oleh Kesultanan Siak . Ta‘mir atau pengelola masjid ini biasanya diangkat langsung oleh sultan dan penyelenggaraan kegiatan dakwahnya banyak dibantu oleh keuangan kas kerajaan. Dengan cara inilah syiar agama Islam dapat berkembang secara baik di daerah kekuasaan Kesultanan Siak . Namun sekarang, pengurus masjid ini biasanya ditetapkan berdasarkan musyawarah kaum muslimin setempat. B. 


Keistimewaan Masjid Raya Syahabuddin yang terletak sekitar 500 m di depan Istana Siak ini mempunyai bentuk bangunan yang terbilang unik. Arsitektur masjid ini merupakan perpaduan gaya Timur Tengah dan Melayu. Di dalam masjid misalnya, pengunjung dapat menyaksikan sebuah mimbar yang terbuat dari kayu berukir indah bermotifkan daun, sulur, dan bunga. Selain menyaksikan nilai sejarah dan kekhasan arsitektur masjid ini, para pengunjung juga dapat mengunjungi peninggalan bersejarah lain yang masih satu kompleks dengan masjid ini, di antaranya Istana Siak (Istana Ashserayah Hasyimiah), balai kerajaan yang bernama Balai Kerapatan Tinggi, serta Makam Sultan Syarif Kasim II.
1 Komentar untuk "Sejarah Mesjid Syahbuddin (Mesjid sultan)"

Thank you for the auspicious writeup. It in fact was a amusement account
it. Look advanced to far added agreeable from you!
By the way, how can we communicate?

My weblog; weight loss ()

Back To Top